Apa Itu Self-sabotage? Ini Definisi, Dampak, Contoh, dan Tips Menghindarinya
Yuk Share!

Seringnya saat kamu memiliki tujuan atau target tertentu dalam hidup, orang-orang yang iri atau tidak menyukai kesuksesanmu akan berusaha menjatuhkanmu. Namun, disadari atau tidak, terkadang alasan kenapa kamu tidak bisa mencapai targetmu adalah karena dirimu sendiri.

Meskipun terdengar absurd, nyatanya kita bisa menyabotase diri atau self-sabotage. Sayangnya, tidak banyak yang menyadari kalau mereka sedang melakukan self-sabotage yang pada akhirnya berdampak buruk pada kehidupan sehari-harinya.

Mulai dari pekerjaan sampai hubungan percintaan, kamu bisa melakukan self-sabotage di semua aspek kehidupanmu. Lantas, apa itu self-sabotage dan bagaimana dampak, contoh, serta cara untuk menghindarinya? Cari tahu selengkapnya dari artikel ini!

Baca juga: Apa Itu Self Awareness? Berikut Definisi, Jenis, Contoh, dan Tips Meningkatkannya

Apa Itu Self-Sabotage?

Apa Itu Self-sabotage? Ini Definisi, Dampak, dan Contohnya
Sumber gambar: https://unsplash(dot)com/photos/OptEsFuZwoQ

Self-sabotage adalah pola pemikiran dan perilaku yang kamu terapkan sebagai penghalang untuk dirimu sendiri dalam mencapai target tertentu.

Self-sabotage dapat kamu lakukan secara sadar ataupun tidak sadar. Saat kamu melakukan self-sabotage, kamu merasa stuck di satu titik atau hanya berjalan di satu tempat saja meskipun kamu merasa sudah berusaha melakukan semuanya.

Sekilas, self-sabotage terdengar tidak masuk akal karena kenapa seseorang ingin menyabotase dirinya sendiri? Bukankah itu hanya akan merugikan dirinya? Ternyata, self-sabotage tidak sesederhana itu, ada banyak hal yang dapat menjadi pemicu dari self-sabotage, seperti:

  • Masalah dalam Hubungan Percintaan
    Pernah berada dalam hubungan percintaan yang toxic atau tidak sehat dapat membuatmu merasa tidak terbiasa dan aneh ketika berada di dalam hubungan yang harmonis. Kamu bisa saja melakukan self-sabotage dengan meminta putus secara tiba-tiba atau berselingkuh.

    Kemunculan self-sabotage ini berakar dari ketakutanmu akan komitmen, tidak ingin disakiti lagi, atau merasa kamu tidak pantas untuk pasanganmu.
  • Masa Kecil yang Sulit
    Berada di keluarga yang menerapkan pola asuh otoriter atau tidak kondusif bisa membuatmu melakukan self-sabotage. Apalagi kalau orang tua atau pengasuh tidak pernah puas dan selalu memberikan tuntutan atau ekspektasi yang terlalu tinggi.

    Akhirnya kamu akan terbiasa untuk melakukan self-sabotage untuk meyakinkan dirimu kalau kamu memang tidak akan pernah bisa mencapai ekspektasi orang lain maupun dirimu sendiri.
  • Self-esteem yang Rendah
    Orang-orang dengan self-esteem yang rendah rentan melakukan self-sabotage karena mereka sudah memiliki pemikiran-pemikiran negatif mengenai diri mereka. Mereka percaya bahwa mereka akan selalu gagal.

    Serupa dengan orang-orang yang tidak terbiasa dalam menjalin hubungan yang sehat, orang dengan self-esteem yang rendah juga merasa aneh ketika mereka nampaknya akan berhasil melakukan sesuatu.

    Oleh karena itu, mereka mulai melakukan self-sabotage untuk meyakinkan diri mereka kalau pola pikir negatif yang mereka percayai memang benar adanya.
  • Pemikiran yang Tidak Sinkron
    Pada dasarnya penyebab dari self-sabotage adalah adanya pemikiran-pemikiran tertentu yang kita percayai yang tidak sesuai dengan realita. Untuk menyelaraskan pemikiran tersebut, maka kamu mulai melakukan self-sabotage.

    Misalnya, kamu akan mengikuti wawancara di perusahaan besar, tapi kamu merasa kamu tidak pantas untuk bekerja di perusahaan tersebut, maka kamu melakukan self-sabotage dengan tidur sampai larut malam sampai akhirnya kamu kurang tidur dan tidak fokus menjawab pertanyaan dari recruiter.

Dampak dari self-sabotage tidak hanya sebatas kamu tidak mampu mencapai goal-mu, tapi juga membuatmu menjadi mudah cemas dan tidak termotivasi. Pada kasus yang parah, self-sabotage bisa mengarah ke perilaku lain yang lebih destruktif, seperti self-harm, berjudi, ataupun konsumsi makanan dan minuman secara berlebih.

Baca juga: Apa Itu Self Love dalam Psikologi? Ini Definisi, Contoh, & Caranya

Contoh Self-Sabotage

Apa Itu Self-sabotage? Ini Definisi, Dampak, dan Contohnya
Sumber gambar: https://unsplash(dot)com/photos/ufgOEVZuHgM

Terkadang kita tidak menyadari kalau perilaku yang kita lakukan adalah bentuk self-sabotage karena bentuk self-sabotage tidak hanya sekedar kamu secara sengaja melakukan sesuatu yang kamu tahu akan merugikanmu. Berikut adalah beberapa contoh dari self-sabotage:

  • Perfeksionis, menetapkan standar yang terlalu tinggi dan tidak bisa digapai
  • Prokrastinasi, menunda-nunda pekerjaan yang seharusnya dilakukan
  • Mencari pelarian yang tidak sehat, mengatasi stres dengan mengonsumi alkohol secara berlebih atau self-harm
  • Menyalahkan orang lain, tidak melakukan introspeksi diri dan merasa orang lain yang menjadi penyebabnya
  • Tidak ingin menyelesaikan masalah, alih-alih berdiskusi atau memikirkan jalan keluar, kamu lari dari masalah tersebut

Bagaimana Cara Mengatasi Self-Sabotage?

Apa Itu Self-sabotage? Ini Definisi, Dampak, dan Contohnya
Sumber gambar: https://unsplash(dot)com/photos/hgFY1mZY-Y0

Untungnya kamu bisa melakukan beberapa cara untuk menanggulangi self-sabotage, seperti:

  • Cari tahu penyebab dari self-sabotage, dengan memahami apa saja pemicu self-sabotage, kamu bisa mulai mengatasi pemikiran-pemikiran negatif yang menghambatmu untuk mencapai tujuanmu
  • Berhenti prokrastinasi, hindari menunda-nunda pekerjaan yang seharusnya dilakukan
  • Pecah target yang besar, goal yang besar akan terasa sangat overwhelming. Oleh karena itu, cobalah untuk memecah targetmu menjadi tujuan-tujuan kecil yang bisa kamu capai secara perlahan, tidak perlu berhenti di tengah jalan jika kamu gagal atau belum mencapai tujuan besarmu. Ingatkan dirimu untuk mengapresiasi tiap pencapaian kecil yang sudah kamu raih
  • Terapkan positive self-talk, ubah pemikiran-pemikiran mengenai diri sendiri yang negatif dengan yang lebih positif, seperti tidak langsung menyerah dan merasa kamu tidak mampu

Apabila kamu memiliki masalah dengan perilaku self-sabotage dan kesulitan untuk memahami penyebabnya, kamu bisa berkonsultasi dengan tenaga ahli, seperti psikolog, konselor, psikiater, atau terapis.

Kamu juga bisa mendapatkan tips dan trik lainnya untuk mengatasi self-sabotage di grup Telegram Dear Senja, lho! Klik tautan ini untuk bergabung di grup Telegram Dear Senja!

Referensi

Healthline. (2021). How Self-Sabotage Holds You Back. www.healthline(dot)com

Psychcentral. (2021). Self-Sabotage: Why You Hold Yourself Back. www.psychcentral(dot)com

PositivePsychology.com. (2021). What Is Self-Sabotage? How to Help Stop the Vicious Cycle. www.positivepsychology(dot)com

Verywell Mind. (2022). Why People Self-Sabotage. www.verywellmind(dot).com


Yuk Share!

Leave a Reply

×

 

Hello!

Terimakasih sudah mengunjungi website Dear Senja. Ada yang bisa kami bantu?

× Contact Us On WhatsApp