Sulit Berkata Tidak? Ini 10 Cara untuk Berhenti Menjadi People Pleaser
Yuk Share!

People pleaser adalah istilah yang merujuk pada orang-orang yang selalu mengesampingkan kebutuhan dan keinginan mereka demi memenuhi kebutuhan serta keinginan orang lain. Para people pleaser terlihat sebagai sosok yang baik hati dan senang menolong orang lain.

Sayangnya, para people pleaser tidak mempedulikan diri mereka sebagaimana mereka memperhatikan orang lain. Tak jarang mereka mengalami burnout atau bahkan masalah kesehatan mental lainnya.

Segala sesuatu yang berlebih tentunya tidak baik, tetap perlu ada keseimbangan antara memprioritaskan kebutuhan diri sendiri dan orang lain. Kalau kamu adalah salah satu orang yang people pleasing dan ingin berubah jadi lebih baik, maka kamu bisa mencoba cara berhenti menjadi people pleaser ini!

Baca juga: Apa Itu Self-sabotage? Ini Definisi, Dampak, dan Contohnya

Cara Berhenti Menjadi People Pleaser

Sulit Berkata Tidak? Ini 10 Cara Berhenti Jadi People Pleaser
Sumber gambar: https://unsplash(dot)com/photos/FHiJWoBodrs

Para people pleaser mungkin merasa kalau perilaku yang dilakukan adalah sesuatu yang baik karena mereka berusaha untuk membantu dan menyenangkan orang lain. Akan tetapi hal tersebut adalah sesuatu yang tidak sehat.

Cara berhenti menjadi people pleaser memang bukanlah sesuatu yang instan dan akan langsung mengubah dirimu 180 derajat. Kamu tetap perlu usaha dan konsistensi untuk bisa menyeimbangkan kebutuhanmu dan orang lain.

Kalau kamu ingin berubah , kamu bisa mencoba beberapa cara untuk berhenti menjadi people pleaser ini:

  1. Refleksi Diri
    Cari tahu apa yang membuatmu menjadi seorang people pleaser, bisa jadi kamu selalu ingin menyenangkan orang lain karena menginginkan atensi mereka atau tidak ingin mendapatkan perlakuan yang buruk.

    Ini adalah cara utama untuk berhenti menjadi people pleaser, yaitu dengan mengenali apa yang memicu kecenderunganmu untuk people pleasing, kamu akan lebih peka dalam memahami apakah kamu memang ingin membantu orang tersebut atau sekedar hanya untuk membuatmu merasa lebih baik.
  2. Buat Skala Priotitas
    Sangat mudah untuk menggeser atau bahkan mengubah jadwalmu demi orang lain, apalagi kalau kamu menerapkan konsep ‘jadwal yang fleksibel’. Nah, kamu bisa mencoba cara menjadi people pleaser berupa membuat skala priotitas.

    Tetapkan apa saja kebutuhan dirimu yang perlu diutamakan, dari sana barulah kamu mengecek apakah kamu memang bisa membantu orang tersebut atau tidak. Skala prioritas ini membantu supaya kamu tidak selalu fokus mengutamakan keinginan atau kebutuhan orang lain.

    Mengutamakan dirimu bukanlah sesuatu yang egois karena tiap orang pasti punya kebutuhan, keinginan, dan kesibukan mereka masing-masing.
  3. Belajar Berkata “Tidak”
    Kamu tidak harus selalu mengiyakan apa yang orang lain inginkan. Tidak ada salahnya menolak permintaan orang lain ketika kamu tidak bisa memenuhinya. Belajarlah untuk mengutarakan apa yang kamu tidak sukai atau tidak ingin lakukan.

    Kalau kamu masih tidak berani menolak secara langsung, kamu bisa menolak melalui chat terlebih dahulu dan secara perlahan mulai mencoba menolak secara tatap muka. Katakan ‘tidak’ secara jelas tanpa menyertakan alasan-alasan eksternal lainnya.
  4. Bangun Personal Boundaries yang Jelas
    Tiap orang pastinya punya nilai-nilai atau ‘aturan’ hidup yang tidak boleh dilanggar, misalnya tidak suka disentuh oleh orang asing atau butuh waktu untuk menyendiri. Oleh karena itu, kamu perlu menetapkan apa saja yang kamu tidak sukai dan tidak boleh dilanggar.

    Kamu tidak perlu mengorbankan personal boundaries-mu, sampaikan saja personal boundaries-mu secara jujur kepada orang-orang di sekitarmu agar mereka juga bisa menyesuaikan diri atau berkompromi denganmu. Ingatkan dirimu kalau kamu tidak harus selalu mengikuti orang lain, terkadang selalu ada jalan tengah yang bisa diambil.
  5. Ucapkan Kalimat-kalimat Positif ke Dirimu Sendiri
    Cara menjadi people pleaser lainnya adalah dengan mengucapkan afirmasi positif ke dirimu. Para people pleaser cenderung memiliki self-esteem yang rendah.

    Oleh karena itu, untuk meningkatkan kepercayaan diri dan mengganti pola pikir yang negatif, kamu bisa mulai dengan mengucapkan kalimat positif untuk dirimu sendiri sebagai bentuk apresiasi dan penguatan diri.
  6. Merespon Saat Diminta
    Kalau kamu adalah tipe orang yang secara otomatis akan langsung menolong orang lain saat melihat mereka kesusahan, maka cara berhenti menjadi people pleaser ini cocok untukmu!

    Alih-alih langsung menolong orang tersebut, tunggulah sampai dia menyampaikan secara langsung kalau dia membutuhkan bantuanmu. Kamu tidak harus selalu langsung membantu orang lain karena tidak semua orang juga memerlukan bantuan.
  7. Beri Jeda Waktu Saat Akan Merespon Orang Lain
    Kamu tidak perlu langsung menyetujui permintaan orang lain. Mintalah waktu untuk berpikir agar kamu tidak langsung mengiyakan keinginan mereka karena rasa bersalah atau cemas. Ini juga memberikan kamu waktu untuk berpikir apakah kamu memang bisa membantu orang tersebut atau mengumpulkan keberanian untuk bisa menolak permintaan mereka.
  8. Membantu di Saat yang Tepat
    Bagi para people pleaser, sangat mudah untuk langsung terpancing untuk membantu orang lain demi penerimaan ataupun pujian. Ingatkan dirimu untuk selalu membantu orang lain hanya kalau kamu memang tergerak untuk membantunya secara tulus serta memang mampu dan bisa untuk membantu mereka.
  9. Cek Social Circle
    Tak jarang banyak orang yang mencoba mengambil keuntungan dari para people pleaser karena mereka sangat mudah mengiyakan permintaan orang lain. Salah satu cara jitu untuk berhenti menjadi people pleaser adalah dengan menyeleksi pertemananmu.

    Ingatkan dirimu kalau dalam hubungan pertemanan maupun percintaan, harus ada pertukaran yang imbang. Jangan hanya terus-menerus membantu orang yang tidak mempedulikanmu atau bahkan mengambil keuntungan darimu.
  10. Ekspresikan Dirimu!
    Cara terakhir untuk berhenti menjadi people pleaser adalah dengan berani mengemukakan pendapatmu dan memperlihatkan dirimu yang sebenarnya. Para people pleaser cenderung menutup diri dan berbaur dengan orang sekitarnya supaya bisa diterima, sayangnya ini malah akan membuatmu merasa frustrasi.

    Coba secara perlahan kemukakan opini atau hal yang kamu sukai, misalnya pendapatmu soal genre musik atau artis tertentu. Secara perlahan, kamu bisa memperlihatkan dirimu yang sebenarnya.

Baca juga: Apa Itu Circle Pertemanan? Berikut Penjelasan dan Tips Menjaga Circle Pertemanan yang Baik

Menerapkan cara berhenti untuk menjadi people pleaser di atas berarti mengganti gaya hidupmu, bagi beberapa orang hal ini tentunya sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu, kalau kamu memiliki kesulitan untuk berhenti menjadi people pleaser, kamu bisa berkonsultasi dengan tenaga ahli, seperti psikolog, psikiater, terapis, ataupun konselor.

Ingin tahu lebih banyak soal tips dan cara berhenti menjadi people pleaser dan self-improvement lainnya? Ayo bergabung dalam grup Telegram Dear Senja di sini!

Referensi

Healthline. (2019). How to Stop People-Pleasing (and Still Be Nice). www.healthline(dot)com

Psychology Today. (2017). 10 Signs You’re a People Pleaser. www.psychologytoday(dot)com

Verywell Mind. (2022). How to Stop Being a People-Pleaser. www.verywellmind(dot)com

WebMD. (2021). What Is a People Pleaser?. www.webmd(dot)com


Yuk Share!

Leave a Reply

×

 

Hello!

Terimakasih sudah mengunjungi website Dear Senja. Ada yang bisa kami bantu?

× Contact Us On WhatsApp