Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT): Definisi, Penyebab, Contoh, & Dampaknya
Yuk Share!

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah salah satu isu yang masih sering terjadi di dunia, termasuk di Indonesia. Meskipun sudah banyak berita yang bermunculan mengenai kasus-kasus kekerasan dalam rumah tangga, tapi tetap masih banyak pelaku dan korban KDRT.

Bahkan, sering kali korban kekerasan dalam rumah tangga tidak menyadari kalau dirinya sedang mengalaminya. Untuk itu, sangat penting untuk bisa memahami apa itu kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT beserta contoh-contoh perilakunya.

Baca juga: Emotional Blackmail: Saat Emosi Dijadikan Senjata

Apa Itu Kekerasan dalam Rumah Tangga?

Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT): Definisi, Penyebab, & Contoh
Sumber gambar: https://unsplash.com/photos/PEJHULxUHZs

Kekerasan dalam rumah tangga adalah pola perilaku dalam suatu hubungan rumah tangga di mana salah satu anggota keluarga berusaha untuk menguasai atau mengendalikan hubungan atau anggota lainnya.

Perilaku kekerasan dalam rumah tangga umumnya meliputi mengintimidasi, melukai, mengancam, menyalahkan, menakuti, meneror, memanipulasi, dan mencederai salah satu atau semua anggota keluarga.

Meskipun korban kekerasan dalam rumah tangga umumnya adalah wanita, tetapi kejahatan ini dapat dialami oleh pria. Pada dasarnya kekerasan dalam rumah tangga dapat terjadi pada siapapun, terlepas dari gender, usia, ras, agama, latar belakang, ataupun status sosial dan ekonomi.

Seringnya, korban dari kekerasan dalam rumah tangga akan berpikir kalau tindakan pelaku hanya terjadi satu kali saja. Sayangnya, perilaku kekerasan yang dilakukan justru akan terus berulang atau bahkan semakin menjadi-jadi.

Kekerasan dalam rumah tangga yang awalnya hanya berupa verbal ataupun emosional, dapat menjadi lebih parah dan mengarah ke luka fisik atau bahkan kematian.

Kekerasan dalam rumah tangga dapat dengan mudah disadari apabila muncul dalam bentuk kekerasan fisik atau pelecehan seksual. Namun, kekerasan secara emosional biasanya lebih sulit dideteksi dan disadari.

Apa Saja Contoh dan Jenis Kekerasan dalam Rumah Tangga?

Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT): Definisi, Penyebab, & Contoh
Sumber gambar: https://unsplash.com/photos/MvNahx-yrqY

Kekerasan fisik dan pelecehan seksual hanyalah beberapa contoh atau jenis kekerasan dalam rumah tangga yang umum diketahui oleh masyarakat. Faktanya, ada banyak macam kekerasan dalam rumah tangga yang dapat terjadi, seperti:

  • Kekerasan Fisik
    Kekerasan fisik tidak hanya melukai pasangan secara fisik, seperti memukul, membakar, menjambak, mencubit, menampar, mendorong, mencekik, dan menggigit, tapi juga termasuk tidak memberikan obat yang diperlukan saat sedang sakit dan memaksa seseorang mengonsumsi alkohol ataupun obat-obatan terlarang.

    Kekerasan fisik juga meliputi mengancam dengan benda tajam, tidak memberikan pakaian, minuman, atau makanan, meninggalkan atau menempatkan seseorang di tempat atau situasi yang berbahaya, dan merusak barang-barang atau properti.
  • Kekerasan Emosional
    Kekerasan emosional atau emotional abuse bertujuan untuk menurunkan keberhargaan diri seseorang. Ada banyak contoh dari perilaku ini, seperti memanggil pasangan dengan kata-kata yang menghina, mengkritik pasangan secara terus-menerus, ataupun tidak membiarkan pasangan bertemu dengan anak atau orang tuanya.
  • Kekerasan Psikis
    Berbeda dengan kekerasan emosional, kekerasan psikis atau psikologi menumbuhkan rasa takut pada targetnya melalui intimidasi atau ancaman. Contoh kekerasan dalam rumah tangga ini melingkupi mengancam melukai diri sendiri atau pasangan, atau mengisolasi pasangan dari orang sekitarnya.
  • Kekerasan Finansial
    Pelaku kekerasan finansial akan mencoba untuk membuat seseorang bergantung secara ekonomi dengan pelaku, tidak membiarkan pasangan bekerja, atau memblokir akses ke tabungan korban.
  • Kekerasan Seksual
    Kekerasan seksual atau pelecahan seksual terjadi ketika salah satu pihak memaksa atau memanipulasi pihak yang lain untuk melakukan hubungan intim atau melakukan sesuatu yang berbau sensual tanpa persetujuan. Misalnya, menyentuh bagian tubuh tanpa persetujuan atau memaksa pasangan memakai baju tertentu.
  • Stalking
    Ternyata stalking termasuk salah satu jenis kekerasan dalam rumah tangga yang meliputi kontak secara berulang yang tidak diinginkan yang memicu rasa tidak aman, cemas, dan ketakutan. Beberapa contoh stalking adalah menelpon pasangan secara terus-menerus dan mengikuti pasangan diam-diam.

Penyebab Kekerasan dalam Rumah Tangga

Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT): Definisi, Penyebab, & Contoh
Sumber gambar: https://unsplash(dot)com/photos/7LJ20fadcwQ

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, penyebab utama dari kekerasan dalam rumah tangga adalah keinginan untuk menguasai dan mengontrol pasangan atau anggota keluarga lainnya. Perilaku ini bukanlah sesuatu yang tidak bisa dikendalikan dan merupakan tindakan yang dilakukan secara sadar oleh pelaku.

Perilaku kekerasan dalam rumah tangga adalah sesuatu yang bisa dipelajari. Oleh karena itu, anak yang tumbuh di keluarga yang sarat kekerasan dalam rumah tangga berpeluang untuk melakukan hal yang serupa ke depannya.

Ada banyak faktor yang bisa membuat seseorang melakukan kekerasan dalam rumah tangga, seperti:

  • Tingkat self-esteem yang rendah
  • Merasa insecure
  • Tidak memiliki akses edukasi yang memadai
  • Mengonsumsi obat-obatan terlarang
  • Memiliki ideologi tertentu mengenai gender
  • Mempunyai gangguan mental tertentu
  • Memiliki masalah dalam mengontrol emosi

Baca juga: Gaslighting Adalah Hal yang Perlu Diwaspadai! Kenali Perilaku Ini

Dampak Kekerasan dalam Rumah Tangga

Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT): Definisi, Penyebab, & Contoh
Sumber gambar: https://unsplash(dot)com/photos/hl0iLy1hFo0

Dampak kekerasan dalam rumah tangga adalah sesuatu yang nyata karena tidak hanya berefek secara fisik, tapi juga psikis.

Orang yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga berpotensi lebih tinggi untuk mengalami gangguan kecemasan, depresi, dan mengonsumsi obat-obatan terlarang. Para korban KDRT juga cenderung kesulitan untuk merawat dan membesarkan anaknya.

Di sisi lain, anak yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga berpeluang lebih besar untuk memiliki masalah emosional, mengonsumsi obat-obatan terlarang, dan mempunyai tingkat intelektual yang lebih rendah.

Cara Menghadapi Kekerasan dalam Rumah Tangga

Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT): Definisi, Penyebab, & Contoh
Sumber gambar: https://unsplash(dot)com/photos/KQyVT50pO74

Kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT adalah hal yang harus dihentikan dan tidak dianggap sepele ataupun dinormalisasi. Tidak ada satu orangpun yang pantas mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Apabila kamu atau orang di sekitarmu mengalami kekerasan dalam rumah tangga, jangan ragu untuk segera melaporkannya kepada pihak berwajib dan mengumpulkan bukti-bukti dari kekerasan yang sedang dialami.

Jangan takut untuk menceritakan apa yang kamu alami ke orang terdekat yang kamu percayai karena kamu tidak sendirian.

Jika kamu atau orang yang kamu kenal baru saja mengalami kekerasan dalam rumah tangga, sangat disarankan untuk mengunjungi tenaga ahli, seperti psikolog, psikiater, terapis, ataupun konselor, untuk mengatasi dampak dari kekerasan dalam rumah tangga.

Referensi

MedlinePlus. (2022). Intimate Partner Violence. www.medlineplus(dot)gov

MedicineNet. (2022). Domestic Violence. www.medicinenet(dot)com

PsychCentral. (2021). What Causes Domestic Violence?. www.psychcentral(dot)com

United Nations. (n.d.). What Is Domestic Abuse?. www.un(dot)org


Yuk Share!

Leave a Reply

×

 

Hello!

Terimakasih sudah mengunjungi website Dear Senja. Ada yang bisa kami bantu?

× Contact Us On WhatsApp